Headlines News :

Pemkab Rohil Wacanakan Kendui Kerang Menuju Manca Negara

Written By Ripes News on Sunday, December 9, 2018 | 2:25 AM

RipesNews - Rohil - Iven Kendui Kerang yang diselenggarakan oleh Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Provinsi Riau di Pujasera Bagansiapiapi sukses dilaksanakan.
     
"Alhamdulillah Kedui Kerang telah kita laksanakan. Harapannya tentu ini menjadi tolok ukur daripada supaya kita lebih bisa memaksimalkan, lebih baik lagi. Artinya, kita juga punya ciri khas tersendiri yaitu Indomie goreng rasa "koang bagan", itu yang akan kita tingkatkan kedepannya," ujar Ketua Panitia Kendui Kerang Muhammad Syah Padri usai acara di Bagansiapiapi, Rohil, Minggu sore.
     
Suksesnya iven tersebut, terangnya, dilihat dari pengunjung yang hadir menyaksikan diprediksikan mencapai 2000 orang.
     
"Memang luar biasa pengunjung yang hadir, baik itu untuk lokal maupun luar daerah seperti dari Jakarta, Bandung, Banten dan Sumatera. Kalau untuk Riau hampir semua kabupaten/kota hadir bersama-sama menyaksikan Kendui Kerang pada hari ini,"kata Muhammad Syah Padri yang juga Ketua Harian GenPI Rohil itu.
     
Ia mengucapkan terima kasih kepada panitia yang sudah maksimal dalam menyukseskan
acara tersebut.  ‘Tahun depan insya Allah kita kembali membuat kegiatan yang sama lebih
maksimal dan meriah lagi", tuturnya.
     
Menyikapi Pujasera Bagansiapiapi, Padri mengatakan pihaknya kembalikan kepada Pemerintah daerah (Pemda) setempat dalam pengelolaannya.
     
"Pak Bupati mau menyerahkan pengelolaannya ke GenPI Rohil, cuma nanti kita juga lihat seperti apa  penyerahannya. Kalau memang bisa kita maksimalkan, kita usahakan. Tapi juga tidak terlepas dari dukungan Pemda setempat dan masyarakat. Kalau seandainya masyarakat

Mendukung kita akan coba melaksanakannya dengan baik," demikian Muhammad Syah Padri.
     
Panitia juga mengumumkan pemenang lomba membuka kerang kategori lokal (buka kerang sebelah tangan) yakni peserta dari Kecamatan Bangko. Sedangkan untuk kategori dari luar daerah (buka kerang dua belah tangan) dimenangkan peserta dari Duri dan Rokan Hulu. 

Manca Negara


Bupati Rohil H Suyatno AMp, mengaku kegiatan Kendui Koang kali ini perdana yang dilakukan serta lebih meriah. Ia mengaku kegiatan serupa pernah diadakan namun tidak semeriah tahun ini.

Disebutkannya, Koang atau kerang merupakan hasil laut Rohil asli. Bahkan hasil sampai keluar daerah. Melalui GenPI ini sudah mencoba menarik investor bekerjasama membuat sebuah brand seperti produk mie rasa koang Bagan.

"Itu sangat luar biasa, kabarnya Indomie mau bekerjasama membuat sebuah brand dengan nama Indomie rasa koang Bagan,’’ sebutnya.

Lebih lanjut diuraikannya, budidaya kerang sangat menjamur dan sekarang ini perairan laut Rohil sudah penuh dikapling oleh pembudidaya kerang tambak.

"Nah, ini satu langkah yang baik bagaimana hasik kerang nelayan Rohil, semakin berkibar dengan hasil budidaya yang mampu menembus brand pasar nasional,’’ tutur Suyatno

Berangkat dari Kendui Koang yang ditaja Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Bupati Rohil, H Suyatno AMp berharap kerang Rohil yang melimpah ruah ini bisa sampai ke manca negara.

Untuk potensi kerang di Rohil, Suyatno mengaku mulai dari hasil kerang liar, yaitu kerang bulu, sampai potensi kerang tambak nelayan Rohil semakin menggeliat saat ini. Sehingga peran pemerintah dalam hal ini pemerintah melalui Dinas Perikanan melakukan pembinaan terhadap petani kerang.

"Dengan adanya kenduri kerang hari ini, kita ingin bahwa bagaimana kerang ini sampai ke manca negara. Bagaimana seperti ada indomie rasa kerang. Makanya kerja sama Indofood sangat diharapkan. Kemarin sudah kita dorong, namun pihak Indofood tidak bisa hadir di Rohil,’’ kata Suyatno.

Dengan adanya kerja sama Indofood dengan nelayan lokal, maka hasil kerang nelayan yang setiap harinya bisa keluar sampai 50 ton perhari ditampung oleh PT Indofood. Sehingga sudah barang tentu mampu mendongkrak perekonomian masyarakat yang bergelut di bidang
usaha kerang.

"Kerang yang ada di Rohil mereka tampung, petani kerang mampu mendongkrak ekonominya dengan harga yang luar biasa. Untuk itu, harus bersama-sama seluruh elemen membangkitkan hasil laut Rohil ini", ungkapnya.

Disamping dilakukan pembinaan oleh Dinas Perikanan, Suyatno juga berharap seluruh elemen bisa menjaga potensi kerang di Rohil ini bisa menjadi ikon yang luar biasa sehingga mengangkat perekonomian masyarakat. Untuk itu, dengan kondisi perairan Rokan Hilir yang kerap dijadikan lokasi pencurian kerang oleh nelayan luar.

"Kita juga harus menjaga. Apalagi ada yang maling kerang, di Panipahan itu terjadi. Orang susah payah turun ke laut enak saja mereka merampas hasil laut kita. Makanya ada aksi penembakan kemarin itu. Untuk antisipasi pertama kita melakukan kerja sama dengan pihak kepolisian supaya kondisi keamanan di laut tetap terjaga,’’ ungkapnya.

Tangkapan Nelayan Kerang Meningkat Signifikan


Sejak dua pekan terakhir ini, nelayan kerang di Bagansiapi-api khususnya, Rohil umumnya hasil tangkapannya meningkatkan signifikan.

Zulfahmi, salah seorang nelayan, Rabu (26/9/2018) menyebutkan, bahwa potensi kerang bulu maupun kerang tambak di Rokan Hilir sedang menggeliat. Terbukti hasil tangkapan nelayan tak seperti biasanya. "Alhamdulillah bang, hasil tangkapan belakangan ini lumayan meningkat", kata Zulfahmi.

Bersamaan itu, Ronsi (40) seorang pengepul kerang nelayan Bagansiapi-api mengaku, bahwa hasil tangkapan nelayan meningkat signifikan, yang biasanya hanya dua karung yang berisi 100 kilo saja kini bisa mencapai 500 kilogram, yaitu 10 karung. 

"Biasanya satu nelayan hanya pulang bawa kerang dua karung saja, paling 100 kilo. Sekarang
bisa dapat 500 kilo bahkan lebih", sebutnya. 

Disebutkannya lagi, selama ini hasil tangkapan kerang bulu dan kerang batu nelayan yang dikepul bisa mencapai delapan ton tiap harinya. Ini hanya baru di satu pengepul saja. Sementara di Bagansiapi-api bahkan sampai Sinaboi jumlah pengepul bisa mencapai ratusan pengepul. Bisa dibayangkan hasil tangkapan kerang nelayan sehari saja bisa mencapai 30 hingga 40 ton kerang bulu. 

Di kesempatan yang sama, tokoh masyarakat yang peduli terhadap nelayan Joni Afrizal menambahkan, dengan meningkatnya hasil tangkapan kerang nelayan telah menunjukkan, bahwa hasil laut Rohil yang terkenal dengan ikannya kini juga ada kerang. 

Maka dari itu, Joni Afrizal berharap, dengan meningkatnya hasil nelayan ini, pemerintah daerah (Pemda) bisa membuka akses pangsa pasar kerang untuk lebih maksimal. Sehingga, pangsa pasar nelayan kerang makin meningkat dengan nilai jual yang cukup tinggi. Menurutnya pemerintah bisa memberikan solusi jangka panjang, bagaimana pasar kerang di Rokan Hilir bisa menjadi ikon daerah dan mengangkat potensi daerah. Otomatis perekonomian masyarakat nelayan bisa sejahtera. 

"Bukan hanya kerang bulu saja, melainkan juga hasil kerang tambak yang ada di seluruh perairan Rohil. Selama ini bagi nelayan yang punya modal dan punya mobil sendiri membawa kerang tidak melalui pengepul lagi, melainkan langsung keluar daerah. Inilah yang dikhawatirkan menjadi rusaknya harga pasar", pungkasnya.

Ribuan orang masyarakat Bagansiapiapi sekitarnya membanjiri lokasi pusat jajanan seluruh rakyat (Pujasera) Bagansiapiapi dalam rangka makan bersama Kendui Kerang.

Tua maupun muda awalnya masyarakat berbaris mengikuti jalan santai, mulai dari depan kantor BPKAD hingga sampai Pujasera. Tentu saja masih dalam rangka hari jadi Rohil ke 19 tahun yang ditaja oleh Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Rohil.

Tak hanya masyarakat, unsur Forkopimda Rohil mulai dari Kejari Rohil, Kodim 0321 Rohil dan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) turut hadir. Terutama Bupati Rohil H. Suyatno dan istri, Wakil Bupati Rohil Drs H Jamiludin dan istri.

Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan Muhammad Syah Padri ST menyampaikan, dirinya patut bersyukur kegiatan tersebut berjalan dengan baik dan diikuti ribuan masyarakat.

"Alhamdulillah Kendui Koang yang kita laksanakan meriah. Semua masyarakat keluar untuk
mengikuti,’’ kata Padri.

Sementara itu, Ketua GenPI Rohil Jhoni Charles menyebutkan, Kendui Koang merupakan satu langkah awal dari GenPI Rohil yang siap jadi marketing mempromosikan kerang sehingga nilai jual kerang Bagan bisa tinggi.

"Potensi hasil kerang di Rokan Hilir sangat besar. Hasil tangkap meningkat dari Sinaboi sampai Panipahan. Maka ini upaya kita untuk mengangkat nilai jual kerang nelayan kita. Bagaimana supaya potensi besar ini terkenal sampai manca negara,’’ ungkapnya.***(Adv-Humas)

Meski Keuangan Memburuk, Pemkab Rohil Tetap Fokus Pembangunan Jalan dan Jembatan di Desa Dari Anggaran ADD

Ripesnews — Rohil - Melalui Bursa Inovasi Desa (BID) pemerintah pusat ingin merangsang pola pikir seluruh desa lebih kreatif dan inovatif. Pasalnya, pemerintah pusat menilai penggunaan dana desa yang digelontorkan cukup besar belum berkembang sesuai harapan.

Diungkapkan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Rohil, H.Jasrianto, bahwa selama ini dana desa yang digelontorkan pemerintah belum membuahkan hasil, karena tidak inovatifnya pemerintah desa.

Dikatakan Jasrianto, selama ini pemerintah desa hanya fokus pada pembangunan fisik saja seperti jalan, jembatan dan lainnya. Namun hal itu tidak akan membuat desa itu berkembang. Yang diharapkan agar berkembang cepat maka harus melalui BUMDes.

“Selama ini dibuat jalan, jembatan. Tak berkembang. Harusnya melalui BUMDes semua bisa dibuat apa saja sehingga bisa menghasilkan uang, dan desa punya kas sendiri,” kata Jasrianto. Sebenarnya, apa yang diharapkan pemerintah pusat ini sudah ada dilakukan dibeberapa desa di Rohil. Contoh, seperti taman wisata, pengolahan makanan dan sebagainya. Namun tidak terdokumentasi.

Jasrianto juga membolehkan, apabila dalam Musrenbangdes dimasukkan tentang pengadaan bibit tanaman buah untuk setiap rumah tangga, yang jelas hasilnya dapat diolah oleh BUMDes.

“Itu bisa menjadi komoditi, jadi semisal tanaman pepaya setiap satu rumah lima pokok. Lalu hasilnya dikelola oleh BUMDes, bisa dikemas dan dijual setelah dilakukan berbagai jenis olahan,” ujarnya.

Selain itu, produk yang sudah ada di setiap rumah tangga bisa dijual sendiri dengan mendirikan supermarket desa. Contoh gampangnya, bisa desa itu membuat toko bangunan. Lalu jika akan membangun belanjanya ya di toko itu.

Dicontohkan Jasrianto, seperti di Sinaboi ada usaha air sumur bor milik pengusaha yang dialirkan ke rumah warga dengan tarif setiap rumah Rp 80 ribu setiap bulan. Kendati setelah diloloskan untuk buat sumur bor di desa itu, warga hanya bayar Rp 30 ribu saja, dan uangnya masuk ke kas BUMDes.

“Makanya pemerintah pusat menayangkan inovasi ini agar pemerintah desa terangsang untuk meniru. Dan tentunya menerapkan di desanya masing-masing,” pungkasnya. 

Keuangan Daerah Lagi Sulit, Makanya Alokasi Dana Desa Belum Cair.


Wakil Bupati Rohil, Drs H Jamiludin kembali menegaskan, bahwa dalam kondisi yang dialami perangkat desa yang 11 bulan belum menerima insentif, bahwa tidak ada niat pemerintah menahan alokasi dana desa (ADD) tersebut.

Hal itu ditegaskan Wakil Bupati Rohil, Drs H Jamiludin. Menurut Wabup sesungguhnya keuangan daerah saat ini memang sangat memprihatinkan. Tidak hanya Kabupaten Rohil,melainkan seluruh kabupaten yang ada di Riau ini mengalami hal yang sama.

"Tidak ada unsur menahan-nahan dana itu. Bahkan ada yang di dahulukan", Kata Jamiludin. Lebih lanjut, kondisi keuangan daerah sampai saat ini ada yang masih belum ditransfer oleh pemerintah pusat, yaitu alokasi triwulan ke empat (TW4) tahun 2017. Tentu saja hal ini menjadi persoalan bagi setiap perangkat yang bekerja.

Jamiludin mengaku, jika uang sudah standby maka pihaknya tidak ada menunggu lagi, melainkan langsung membayarkan melalui pemerintah desa. "Kalau uangnya sudah standby Insya Allah langsung dibayar, nyatanya TW4 Kita belum dibayar juga oleh pusat", ujarnya.

Wabup mengimbau, bahwa persoalan ini bukan saja persoalan di Rohil, melainkan dari pemerintah pusat. Yang sampai saat ini transfer dana bagi hasil (DBH) tidak stabil atau bahkan tidak lancar. Untuk itu diminta bisa bersabar dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat.

Tidak Ada Niat Pemerintah Menahan Alokasi Dana Desa Pemerintah daerah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) kembali menegaskan, bahwa dalam kondisi yang dialami perangkat desa yang 11 bulan belum menerima insentif, bahwa tidak ada niat pemerintah menahan alokasi dana desa (ADD) tersebut.

Hal itu ditegaskan Wakil Bupati Rohil, Drs H Jamiludin. Menurut Wabup sesungguhnya keuangan daerah saat ini memang sangat memprihatinkan. Tidak hanya Kabupaten Rohil, melainkan seluruh kabupaten yang ada di Riau ini mengalami hal yang sama.

"Tidak ada unsur menahan-nahan dana itu. Bahkan ada yang di dahulukan", kata Jamiludin.

Lebih lanjut, kondisi keuangan daerah sampai saat ini ada yang masih belum ditransfer oleh pemerintah pusat, yaitu alokasi triwulan ke empat (TW4) tahun 2017. Tentu saja hal ini menjadi persoalan bagi setiap perangkat yang bekerja.

Jamiludin mengaku, jika uang sudah standby maka pihaknya tidak ada menunggu lagi, melainkan langsung membayarkan melalui pemerintah desa. "Kalau uangnya sudah standby Insya Allah langsung dibayar, nyatanya TW4 Kita belum dibayar juga oleh pusat",  ujarnya.

Wabup mengimbau, bahwa persoalan ini bukan saja persoalan di Rohil, melainkan dari pemerintah pusat. Yang sampai saat ini transfer dana bagi hasil (DBH) tidak stabil atau bahkan tidak lancar. Untuk itu diminta bisa bersabar dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat.**(Adv-Humas)

EKSPOR IMPOR

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Ripes News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright 2013 - 2017,RIPES NEWS
Media Bisnis Terpercaya

| RIPESNEWS | DUNIA LOKER INDONESIA | PEMKO DUMAI | PEMKO ROHIL | JONY MARZAINUR | MR. AYAI | INDAH FM RADIO | DUPE TV | BUSINESS RIAU |

Jalan Datuk Laksaman No. 292 Kota Dumai Email : ripesnews@gmail.com Hp. 0812 6811 1177