Headlines News :
Home » , , » Potensi & Peluang Investasi Kota Dumai

Potensi & Peluang Investasi Kota Dumai

Written By Ripes News on Thursday, September 5, 2013 | 11:48 PM

a. Pertanian, Perkebunan dan Peternakan

Lahan pertanian di Kota Dumai masih cukup luas namun belum termanfaatkan secara Maksimal. Kendala yang dihadapi selain masalah modal adalah Status lahan masih disebut-sebut ex HPH. Empat kecamatan di Kota Dumai yaitu Kecamatan Sungai Sembilan, Medang Kampai, Bukit kapur dan Dumai Barat merupakan wilayah yang memiliki sumber daya lahan yang potensial untuk pengembangan agrobisnis dan agroindustri dengan rekayasa teknologi tepat guna byocyclo farming seperti padi, palawija, sayuran Sumatera, pisang, nenas,durian, mangga, rambutan, sawit, aneka ternak (sapi, kambing, itik dan ayam) serta budidaya tambak ikan air tawar (patin, ikan mas, gurami serta ikan hias).
Saat ini Dumai telah berhasil memproduksi beras lokal di atas lima persen dari rata-rata target nasional. Keberhasilan mencetak pertanian padi ini dapat dilihat dari jumlah produksi padi yang mengalami peningkatan dibanding tahun 2010. Yaitu, sebanyak 10,240 ton dari tahun 2010 sebelumnya yang hanya 8.700 ton. Selama 2012 lahan percetakan sawah Dumai mampu memproduksi 3,5 ton padi dan 8,6 ton jenis padi impari per hektare. Sedangkan, pada 2010 hanya memproduksi 2,8 ton per hektare dari masa tanam selama bulan September hingga Desember di areal lahan seluas 3.200 hektare. Terjadinya peningkatan produksi padi telah mampu memenuhi 26 persen kebutuhan pangan beras lokal dari total kebutuhan 28 ribu ton per tahun. Petani padi sejauh ini telah mampu meningkatkan produksi beras dalam negeri dengan sangat produktif dan inovatif untuk kebutuhan lokal.
Pemeritah Kota Dumai akan terus membuka peluang dan memperluas areal tanaman padi untuk meningkatkan produksi pertaniannya dalam rangka memenuhi kebutuhan beras lokal. Bahkan Dumai pun telah menerima penghargaan bagi yang melaksanakan Program Produksi Beras Nasional (P2BN) dari Presiden RI pemerintah pusat ini.
Disamping itu Pemerintah Kota Dumai juga menawarkan peluang untuk berinvestasi di sektor pertanian dan perikanan diantaranya yaitu:
Lokasi : Kecamatan Dumai Barat
Komoditas : Budidaya Jagung
Budidaya Ubi Jalar
Potensi Lahan : Tersedia 200 Ha untuk Palawija sesuai RTRW
Teknologi : Tersedia dan Inovasi terus Berkembang
Pasar : Lokal dan Internasional
Lokasi : Kecamatan Dumai Timur
Komoditas : Budidaya Jagung
Budidaya Ubi Kayu
Budidaya Nenas
Potensi Lahan : Tersedia 25 Ha untuk Palawija dan 30 Ha untuk buah-buahan sesuai RTRW
Pasar : Lokal dan Luar Negeri
Lokasi : Kecamatan Bukit Kapur
Komoditas : Budidaya Jagung, Budidaya Kacang Tanah,
Budidaya Kacang Hijau, Budidaya Ubi Kayu,
Budidaya Sayur-sayuran, Budidaya Pepaya,
Budidaya Kelapa Sawit, Budidaya Karet
Potensi Lahan : Tersedia 3.230,08 Ha untuk pertanian tanaman tahunan dan tersedia 5.021 Ha untuk kawasan perkebunan dan Pertanian sesuai RTRW
Teknologi : Tersedia dan Inovasi terus Berkembang
Pasar : Lokal dan Luar Negeri
Lokasi : Kecamatan Bukit Kapur
Komoditas : Budidaya Kolam
Potensi Lahan : Tersedia 245,73 km² untuk pengembangan kolam
Teknologi : Tersedia dan Inovasi terus Berkembang
Pasar : Lokal dan Pendatang
Lokasi : Kecamatan Sungai Sembilan
Komoditas : Budidaya Jagung, Budidaya Ubi Kayu, Budidaya Nenas Budidaya Sayur-sayuran, Budidaya Kelapa Sawit
Potensi Lahan : Tersedia 47.304,89 Ha untuk perkebunan
dan pertanian sesuai RTRW
Teknologi : Tersedia dan Inovasi terus Berkembang
Tenaga Kerja : Menyerap Tenaga Kerja Lokal dan Luar Daerah
Pasar : Dumai dan Pekanbaru
Lokasi : Kecamatan Sungai Sembilan
Komoditas : Pengembangan Budidaya Tambak
Potensi Lahan : Tersedia 2.300 ha untuk budidaya air payau
Teknologi : Tersedia dan Inovasi terus Berkembang
Tenaga Kerja : Menyerap Tenaga Kerja Lokal dan Luar Daerah
Pasar : Dumai dan sekitarnya
Produk
Budidaya tanaman agrobisnis jagung, kacang tanah,
ubi kayu, sayuran, buah-buahan, karet
Pola
Pola tanam yang berdasarkan kebutuhan pasar dengan teknologi modern
Lahan
Lahan yang disediakan berdasarkan RTRW seluas 76.533 ha
di Kecamatan Dumai Barat, Dumai Timur, Bukit Kapur, Medang Kampai
Pasar
Domestik dan Ekspor
Budidaya Air Tawar
Pemerintah Kota Dumai menyediakan lahan seluas 225 ha di Kecamatan Bukit Kapur dan Kecamtan Dumai Barat,namun yang baru termanfaatkan seluas 78 ha.
Proyek : Pengembangan rumah potong hewan
Investasi ini bertumpu pada pengembangan rumah potong hewan modren yang dapat memenuhi standar pemotongan hewan
Proyek : Pembibitan Ternak
Investasi ini untuk mendukung pengembangan ternak
karena adanya tren peningkatan permintaan daging
Budidaya Ternak Sapi, Kambing, Ayam Buras, Broiler,
Investasi ini untuk pengembangan usaha yang dilakukan masyarakat karena tersebar di sebagian besar kecamatan di Kota Dumai
Proyek : Budidaya air tawar
Investasi ini diarahkan masih tersedianya lahan budi daya air tawar seluas 225 Ha di kecamatan Bukit Kapur dan Kecamatan Dumai Barat yang baru termanfaatkan 78 Ha
Proyek : Budidaya Air Payau
Investasi ini didasarkan potensi lahan budidaya air payau seluas 2.300 Ha di kecamatan Sungai Sembilan yang baru termanfaatkan seluas 117 Ha
Proyek :Pengembangan Kapasitas Balai Benih Ikan Air Tawar
Investasi ini bertumpu pada pengembangan BBI air tawar yang telah diinisiasi oleh Pemerintah Kota Dumai seluas 1,5 Ha dengan kapasitas produksi 4.500.000,- bibit
pertahun
Perikanan laut
Posisi Kota Dumai yang berada di tepi pantai timur Pulau Sumatera melakukan pengembangan secara terpadu kawasan pesisir pantainya sebagai kawasan tangkap dan budidaya keramba komoditas unggulan ekspor ikan hidup seperti kerapu, kakap putih, kepiting rajungan dan bawal melalui pemulihan fungsi hutan mangrove. Kota Dumai juga memiliki pelabuhan yang bisa dijadikan sebagai portal untuk ekspor terutama menuju negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.
Sebagai daerah yang memiliki potensi perikanan yang besar Dumai kini juga tengah merancang untuk menjadi kawasan minapolitan yang telah ditetapkan oleh Kementrian Kelautan dan Perikanan RI.
Adapun lokasi yang cocok untuk dijadikan kawasan percontohan di Kecamatan Sungai Sembilan, karena kecamatan ini terdapat juga banyak nelayan.Saat ini juga sudah ada tambak ikan laut seluas 500 ha di Bukit Kapur.
Proyek : Industri Pengolahan Nenas
Investasi dalam bentuk pembangunan pabrik pengalengan dan pengolahan nenas menjadi produk dengan orientasi
Pasar : Domestik dan ekspor
Model : Memanfaatkan komoditas nenas yang ada di Kota Dumai serta dibuka peluang untuk pengembangan lahan perkebunan sendiri yang dikelola oleh swasta (investor).

a. Pertanian, Perkebunan dan Peternakan
Lahan pertanian di Kota Dumai masih cukup luas namun belum termanfaatkan secara Maksimal. Kendala yang dihadapi selain masalah modal adalah Status lahan masih disebut-sebut ex HPH. Empat kecamatan di Kota Dumai yaitu Kecamatan Sungai Sembilan, Medang Kampai, Bukit kapur dan Dumai Barat merupakan wilayah yang memiliki sumber daya lahan yang potensial untuk pengembangan agrobisnis dan agroindustri dengan rekayasa teknologi tepat guna byocyclo farming seperti padi, palawija, sayuran Sumatera, pisang, nenas, durian, mangga, rambutan, sawit, aneka ternak (sapi, kambing, itik dan ayam) serta budidaya tambak ikan air tawar (patin, ikan mas, gurami serta ikan hias).
Saat ini Dumai telah berhasil memproduksi beras lokal di atas lima persen dari rata-rata target nasional. Keberhasilan mencetak pertanian padi ini dapat dilihat dari jumlah produksi padi yang mengalami peningkatan dibanding tahun 2010. Yaitu, sebanyak 10,240 ton dari tahun 2010 sebelumnya yang hanya 8.700 ton. Selama 2012 lahan percetakan sawah Dumai mampu memproduksi 3,5 ton padi dan 8,6 ton jenis padi impari per hektare. Sedangkan, pada 2010 hanya memproduksi 2,8 ton per hektare dari masa tanam selama bulan September hingga Desember di areal lahan seluas 3.200 hektare. Terjadinya peningkatan produksi padi telah mampu memenuhi 26 persen kebutuhan pangan beras lokal dari total kebutuhan 28 ribu ton per tahun. Petani padi sejauh ini telah mampu meningkatkan produksi beras dalam negeri dengan sangat produktif dan inovatif untuk kebutuhan lokal.
Pemeritah Kota Dumai akan terus membuka peluang dan memperluas areal tanaman padi untuk meningkatkan produksi pertaniannya dalam rangka memenuhi kebutuhan beras lokal. Bahkan Dumai pun telah menerima penghargaan bagi yang melaksanakan Program Produksi Beras Nasional (P2BN) dari Presiden RI pemerintah pusat ini.
Disamping itu Pemerintah Kota Dumai juga menawarkan peluang untuk berinvestasi di sektor pertanian dan perikanan diantaranya yaitu:
Lokasi : Kecamatan Dumai Barat
Komodita : Budidaya Jagung
Budidaya Ubi Jalar
Potensi Lahan : Tersedia 200 Ha untuk Palawija sesuai RTRW
Teknologi : Tersedia dan Inovasi terus Berkembang
Pasar : Lokal dan Internasional
Lokasi : Kecamatan Dumai Timur
Komoditas : Budidaya Jagung
Budidaya Ubi Kayu
Budidaya Nenas

Potensi Lahan : Tersedia 25 Ha untuk Palawija dan 30 Ha untuk buah-buahan sesuai RTRW
Pasar : Lokal dan Luar Negeri
Lokasi : Kecamatan Bukit Kapur
Komoditas : Budidaya Jagung, Budidaya Kacang Tanah,
Budidaya Kacang Hijau, Budidaya Ubi Kayu,
Budidaya Sayur-sayuran, Budidaya Pepaya,
Budidaya Kelapa Sawit, Budidaya Karet
Potensi Lahan : Tersedia 3.230,08 Ha untuk pertanian tanaman tahunan
dan tersedia 5.021 Ha untuk kawasan perkebunan dan
Pertanian sesuai RTRW
Teknologi : Tersedia dan Inovasi terus Berkembang
Pasar : Lokal dan Luar Negeri
Lokasi : Kecamatan Bukit Kapur
Komoditas : Budidaya Kolam
Potensi Lahan : Tersedia 245,73 km² untuk pengembangan kolam
Teknologi : Tersedia dan Inovasi terus Berkembang
Pasar : Lokal dan Pendatang
Lokasi : Kecamatan Sungai Sembilan
Komoditas : Budidaya Jagung, Budidaya Ubi Kayu, Budidaya Nenas Budidaya Sayur-sayuran, Budidaya Kelapa Sawit
Potensi Lahan : Tersedia 47.304,89 Ha untuk perkebunan dan pertanian sesuai RTRW
Teknologi : Tersedia dan Inovasi terus Berkembang
Tenaga Kerja : Menyerap Tenaga Kerja Lokal dan Luar Daerah
Pasar : Dumai dan Pekanbaru
Lokasi : Kecamatan Sungai Sembilan
Komoditas : Pengembangan Budidaya Tambak
Potensi Lahan : Tersedia 2.300 ha untuk budidaya air payau
Teknologi : Tersedia dan Inovasi terus Berkembang
Tenaga Kerja : Menyerap Tenaga Kerja Lokal dan Luar Daerah
Pasar : Dumai dan sekitarnya
Produk
Budidaya tanaman agrobisnis jagung, kacang tanah,ubi kayu, sayuran, buah-buahan, karet
Pola
Pola tanam yang berdasarkan kebutuhan pasar dengan teknologi modern
Lahan
Lahan yang disediakan berdasarkan RTRW seluas 76.533 ha di Kecamatan Dumai Barat, Dumai Timur, Bukit Kapur, Medang Kampai
Pasar
Domestik dan Ekspor
Budidaya Air Tawar
Pemerintah Kota Dumai menyediakan lahan seluas 225 ha di Kecamatan Bukit Kapur dan Kecamtan Dumai Barat, namun yang baru termanfaatkan seluas 78 ha.
Proyek : Pengembangan rumah potong hewan Investasi ini bertumpu pada pengembangan rumah potong hewan modren yang dapat memenuhi standar
pemotongan hewan
Proyek : Pembibitan Ternak
Investasi ini untuk mendukung pengembangan ternak
karena adanya tren peningkatan permintaan daging
Budidaya Ternak Sapi, Kambing, Ayam Buras, Broiler,
Investasi ini untuk pengembangan usaha yang dilakukan masyarakat karena tersebar di sebagian besar kecamatan di Kota Dumai
Proyek : Budidaya air tawar
Investasi ini diarahkan masih tersedianya lahan budi
daya air tawar seluas 225 Ha di kecamatan Bukit Kapur dan Kecamatan Dumai Barat yang baru termanfaatkan 78 Ha
Proyek : Budidaya Air Payau
Investasi ini didasarkan potensi lahan budidaya air payau seluas 2.300 Ha di kecamatan Sungai Sembilan yang baru termanfaatkan seluas 117 Ha
Proyek :Pengembangan Kapasitas Balai Benih Ikan Air Tawar
Investasi ini bertumpu pada pengembangan BBI air tawar yang telah diinisiasi oleh Pemerintah Kota Dumai seluas 1,5 Ha dengan kapasitas produksi 4.500.000,- bibit
pertahun
Perikanan laut
Posisi Kota Dumai yang berada di tepi pantai timur Pulau Sumatera melakukan pengembangan secara terpadu kawasan pesisir pantainya sebagai kawasan tangkap dan budidaya keramba komoditas unggulan ekspor ikan hidup seperti kerapu, kakap putih, kepiting rajungan dan bawal melalui pemulihan fungsi hutan mangrove. Kota Dumai juga memiliki pelabuhan yang bisa dijadikan sebagai portal untuk ekspor terutama menuju negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.
Sebagai daerah yang memiliki potensi perikanan yang besar Dumai kini juga tengah merancang untuk menjadi kawasan minapolitan yang telah ditetapkan oleh Kementrian Kelautan dan Perikanan RI.
Adapun lokasi yang cocok untuk dijadikan kawasan percontohan di Kecamatan Sungai Sembilan, karena kecamatan ini terdapat juga banyak nelayan.Saat ini juga sudah ada tambak ikan laut seluas 500 ha di Bukit Kapur.
Proyek : Industri Pengolahan Nenas
Investasi dalam bentuk pembangunan pabrik
pengalengan dan pengolahan nenas menjadi produk
dengan orientasi

Pasar : Domestik dan ekspor
Model : Memanfaatkan komoditas nenas yang ada di Kota
Dumai serta dibuka peluang untuk pengembangan lahan
perkebunan sendiri yang dikelola oleh swasta (investor).

b. Pertambangan dan Energi
c. Infrastruktur
Posisi Kota Dumai yang berhadapan langsung dengan jalur perdagangan internasional yang paling sibuk di Asia yaitu Selat Melaka memberikan keunggulan komparatif bagi Dumai dalam bersaing dengan daerah lainnya di kawasan pesisir Sumatera.
Kota terluas di Indonesia ini memang memiliki sejumlah agenda penting yang harus segera disiapkan dalam mengantisipasi potensi kawasan yang dimilikinya agar investasi bisa masuk dengan mudah.
Sejumlah infrastruktur yang ada saat ini seperti pelabuhan, bandara dan lokasi yang strategis memang telah menjadi keunggulan Dumai saat ini, namun demikian Dumai diharapkan lebih cepat mempersiapkan infrastruktur tambahan dan pendukung lainnya agar Dumai benar-benar menjadi kawasan yang menarik dan direkomendasikan untuk investasi di kawasan barat Indonesia. Untuk menggarap sejumlah potensi dan peluang investasi yang ada di Kota Dumai tentu diperlukan peran serta pihak swasta.
a. Infrastruktur Pelabuhan
Adanya Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran dan Izin Pembangunan Terminal Khusus dan Terminal utk Kepentingan Sendiri (TUKS) melalui Persetujuan Pemerintah Provinsi kepada perusahaan angkutan laut yang berbadan hukum Indonesia yang dalam melakukan kegiatan usahanya membutuhkan Pelabuhan Khusus, telah membuka peluang bagi koroporasi untuk berinvestasi membangun pelabuhan. Kini pelabuhan bukan lagi monopoli Pelindo, sehingga Dumai memiliki potensi dan peluang investasi di bidang pelabuhan.
Sejauh ini Dumai sudah sangat dikenal sebagai daerah yang kaya akan sumber daya alam terutama laut sehingga daerah ini melekat dengan sebutan sebagai kota pelabuhan. Garis pantai daerah Dumai dengan panjang ribuan kilometer menjadi daya tarik bagi investor untuk berinvestasi dibidang kepelabuhanan. Belakangan ini, berbagai investor baik dalam dan luar negeri berbondong-bondong berkunjung ke Dumai untuk melihat dari dekat potensi tersebut.
Pelabuhan alam yang tidak membutuhkan pengerukan dan posisi yang sangat dekat dengan selat malaka – selat pelayaran terpadat di dumai dan berseberangan langsung dengan Negara yang dikenal sebagai pusat perekonomian asia tenggara Singapura serta Negara yang lagi gembor mengiklankan diri sebagai Negara Truly Asia Malaysia menjadi daya tarik lain kota Dumai.
“Posisi Dumai yang menjadi pintu terluar wilayah Sumatera, memiliki akses yang sangat dekat dengan pusat lalu lintas perdagangan internasional selat malaka menjadi warna lain bagi pengusaha untuk mengembangkan sayapnya.”
Daerah yang dikenal sebagai kota pelabuhan dan memiliki hinterland perkebunan kelapa sawit yang terbentang dari berbagai penjuru propinsi di Sumatera seperti Sumatera Utara, Jambi, Sumatera Selatan dan Provinsi Riau sendiri yang menghasilkan jutaan ton Tandan Buah Segar (TBS) menjadikan Dumai sebagai “gula” bagi para investor.
Bahkan saat ini Provinsi Riau dikenal sebagai daerah yang memiliki perkebunan kelapa sawit yang paling luas di Indonesia yang mencapai 2,6 juta hektar dan pintu gerbang eksport dari hasil produksi pertanian tersebut adalah Dumai.
Kekayaan alam Dumai terutama laut, posisi yang strategis dan daerah hinterland yang kaya menjadikan Dumai sebagai tempat berlabuh bagi para pengusaha dalam dan luar negeri dalam mengembangkan usahanya. Pada beberapa kesempatan Walikota Dumai Khairul Anwar mengungkapkan bahwa, pengusaha-pengusaha dari timur tengah dan dari berbagai Negara lain sudah banyak yang berkunjung dan berencana membangun pabrik pengolahan CPO di Dumai.
Disamping itu, saat ini pemerintah juga telah merencanakan Dumai se62
bagai salah satu motor penggerak perekonomian nasional melalui Masterplan Percepatan Pembangunan dan Perluasan Pembangunan Indonesia (MP3I) Indonesia, menetapkan Dumai sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan memilih Dumai sebagai tempat cluster CPO yang akan memproduksi barang jadi dengan bahan baku Crude Palm Oil.
“Bahkan belakangan seorang pengusaha dari Malaysia Tan Che Chuan berkunjung ke Dumai dan berencana menanamkan investasi senilai Rp 2 triliun untuk membangun pelabuhan petikemas.”
Guna mendukung Dumai sebagai salah satu lokomotif perekonomian, pemerintah telah merencanakan pembangunan jalan tol Dumai-Pekan Baru sepanjang 134,8 kilometer, saat ini sedang dilakukan pembebasan lahan Berikut sejumlah potensi dan peluang investasi yang ada di Kota Dumai.
d. Kawasan Industri
Lokasi :Kecamatan Medang Kampai
Proyek 1. Pengembangan Kawasan Industri Dumai (KID)
untuk pengolahan sawit dan turunannya yaitu :
• Industri kimia dasar organik hasil pertanian
• Industri minyak makan dan nabati
• Industri minyak kasar inti sawit dan minyak padat
2. Pengembangan KID untuk pengolahan Nenas
3. Industri Perakitan komputer, komponen dan
peralatan elektro
Potensi Lahan : Tersedia 5.084,44 Ha sesuai RTRW
Tenaga Kerja : Menyerap Tenaga Kerja Lokal dan Luar Daerah
Pasar : Lokal dan Ekspor
Proyek : Pengelolaan Terminal Agribisnis yang telah ada
Lokasi : Luasan tanah 4 Ha dan bangunan 2 x 1.6575 m².
Model : Investasi memperoleh keuntungan dari pemungutan jasa dan Pemerintah kota Dumai memperoleh pendapatan dari pajak daerah atau bagi hasil sesuai agreement
Proyek : jasa penyimpanan CPO dan PIKO untuk PKS yang berada di kota Dumaia dan sekitarnya sebelum ekspor
Model : Investor memperoleh keuntungan dari pengguna jasa
Pemerintah kota Dumai memperoleh pendapatan dari pajak daerah atau bagi hasil sesuai agreement
c. Potensi Kelautan
d. Potensi Pariwisata
Kota Dumai mempunyai keragaman suku dan budaya, selain memiliki budaya asli yaitu budaya Melayu. Keragaman yang ada merupakan aset yang bisa menghasilkan devisa. Kebudayaan Melayu dianggap sebagai "Roh Pembangunan Kota Dumai" dengan cara menjabarkan nilai-nilai budayanya sebagai inspirasi dan dasar pembangunan. Pelaksanaan pembangunan dibidang kebudayaan telah meningkatkan daya tarik/promosi daerah tentang seni budaya daerah.
Kota Dumai yang terletak di tepi pantai memiliki potensi pengembangan pariwisata seperti wisata alam, budaya dan belanja. Beberapa daerah wisata di antaranya kawasan konservasi di Kecamatan Sungai Sembilan, hutan wisata di Kecamatan Dumai Barat dan Dumai Timur, kawasan pantai Teluk Makmur di Kecamatan Medang Kampai dan Tasik Bunga Tujuh di Kecamatan Dumai Timur. Sebagai gerbang utama untuk memasuki Riau Daratan, beberapa turis sudah berulang kali mengunjungi Dumai, terutama yang ingin mengunjungi Malaka. Dumai sangat mudah dicapai karena transportasinya yang lancar.
Ada beberapa objek wisata yang menarik dalam perjalanan menuju Dumai, seperti adanya suku terbelakang yang dinamakan suku Sakai, hutan tropis di sepanjang jalan, dan air sungai yang warnanya unik seperti warna teh. Selain itu juga dapat dilihat beratus pipa angguk yang mengangkat minyak dari perut bumi.
Dumai juga memiliki pantai tempat melepas lelah yaitu "Pantai Pasir" yang terletak di hulu Sungai Dumai. Pada malam hari kita juga bisa menikmati wisata kuliner di sepanjang Jl.Ombak yang menjajakan berbagai menu makanan Nusantara.
Berikut objek wisata di Kota Dumai yang memungkinkan untuk dikembangkan melalui kerja sama bisnis dan investasi di sektor pariwisata.
1. Dana Bunga Tujuh
Jarak : 8 km dari pusat Kota Dumai
Lahan : 47,65 ha tersedia untuk dikembangkan
Fasilitas : Harus dikembangkan terutama fasilitas utama dan pendukung
2. Hutan Wisata
Jarak : 12 km dari Pusat Kota
Lahan : 44 ha tersedia untuk dikembangkan
Fasilitas : Harus dikembangkan terutama fasilitas utama dan pendukung
3. Makam Siti Laut dan Makam Tok Kedondong
Jarak : 3 km dari Pusat Kota
Lahan : tersedia sesuai kebutuhan untuk dikembangkan
Fasilitas : Harus dikembangkan terutama fasilitas utama dan pendukung
Selain itu di sektor wisata Pemerintah Kota juga mencadangkan lahan untuk pengembangan wisata
1. WIsata Cagar Alam
Lahan : 60 ha sesuai RTRW
Lokasi : Kecamatan Sungai Sembilan
Pola Kerja sama : Penggarapan potensi ini akan ditawarkan melalui kerja sama perusahaan swasta dengan pemerintah melalui kontribusi terhadap pendapatan daerah.

2. Taman Wisata Alam
Lahan : 4.010 ha sesuai RTWR
Lokasi : Kelurahan Bukit Timah, Bukit Datuk, Gurun Panjang,
Tanjung Palas, Mundam
3. Dumai Water Front City
Penyiapan dan pembuatan bangunan dan fasilitas bagi water front city Laba Perusahaan dan pendapatan daerah diatur sesuai agreement
Pola Kerja sama : Penggarapan potensi ini akan ditawarkan melalui kerja sama perusahaan swasta dengan pemerintah melalui kontribusi terhadap pendapatan daerah, terutama dalam pebangunan fasilitas pendukung seperi retaurant, permainan dan wahana.
Cagar Alam/Pelestarian Alam dan Suaka Marga Satwa
Investasi ini didasarkan pada konsep ekowisata, investor melakukan pengem
Kawasan Dumai sangat strategis untuk dijadikan kawasan pengembangan perdagangan internasional, karena Dumai berada di kawasan lintas perdagangan internasional Selat Melaka. Sejak beberapa tahun Kotamadya Dumai telah mengajukan usulan sebagai kawasan perdagangan bebas/Free Trade Zone. Pemerintah RI sedang menyempurnakan produk hukum yang disebut UU kawasan FTZ.
4. Pengelolaan Terminal Agribisnis
Pemerintah daerah telah membangun terminal di atas lahan 4 ha dengan luas bangunan terminal 2 x 1.675 m2 dan ditawarkan kepada pihak swasta untuk mengelolanya dengan pola kerja sama dengan pola pengelola memperoleh pendapatan dari jasa dan Pemko Dumai dari pajak dan retribusi.
f. Potensi Industri
Dumai, juga dikenal sebagai kota minyak. Tiga industri yang turut serta memajukan Dumai secara tidak langsung adalah PT. CPI (dahulu Caltex Pacific Indonesia sekarang Chevron Pacific Indonesia) yang bergerak mayoritas dalam bidang pertambangan dan ekspor minyak dan gas bumi, kemudian PT. Pertamina yang bergerak dalam bidang pengolahan dan pendistribusian minyak dan gas bumi dalam negeri serta disusul oleh industri pengolahan minyak sawit (CPO) PT. BKR (Bukit Kapur Reksa).
Selain Industri Skala besar seperti di atas, terdapat juga beberapa industri kecil atau home Industri. Pengolahan hasil pertanian seperti Kelapa dijadikan VCO minyak kelapa murni. Kota Dumai dalam memainkan peranannya ke depan telah memiliki lima kawasan Industri yang strategis yaitu Kawasan Industri Dumai (KID) di Pelintung, Kawasan Industri Lubuk Gaung, Kawasan Industri Dock Yard, Kawasan Industi Bukit Kapur dan Kawasan Industri di Bukit Timah.
Salah satu kawasan inidustri ini telah menjadi kawasan industri yang paling pesat kemajuannya di Propinsi Riau yakni kawasan industri Pelintung. Di kawasan industri ini telah dibangun satu dermaga ekspor dengan kapasitas tiga kapal tanker sekali sandar. Telah dibangun juga pabrik pupuk NPK dan telah berproduksi yang diyakini menjadi pabrik pupuk NPK terbesar di Asia Tenggara.
Sejumlah peluang untuk bidang industri yang ditawarkan oleh Pemerintah Kota Dumai diantaranya adalah :
1. Industri Kimia Dasar dengan memamfaatkan lokasi di kawasan industri pelintung dan Lubuk Gaung dengan memanfaatkan bahan baku dari komoditas utama kelapa sawit atau lainya yang sudah tersedia di Dumai dan daerah sekitarnya. Orientasi pasar domestik dan ekspor
2. Industri minyak makan dengan memanfaatkan lokasi pabrik di di kawasan industri pelintung dan Lubuk Gaung dengan memanfaatkan bahan baku dari komoditas utama kelapa sawit sebagai industri hilir atau lainya yang sudah tersedia di Dumai dan daerah sekitarnya. Orientasi pasar domestik dan ekspor
3. Industri Pupuk Buatan dengan memanfaatkan lokasi pabrik di di kawasan industri pelintung dan Lubuk Gaung dengan memanfaatkan bahan baku yang tersedia sebagai industri hilir atau lainya yang sudah tersedia di Dumai dan daerah sekitarnya. Orientasi pasar domestik dan ekspor
g. Penyediaan Air Bersih
Air bersih sangat dibutuhkan di Kota Dumai. Air tersebut bisa dipasok untuk kebutuhan rumah tangga, perkantoran dan industri. Menurut Pemerintah Kota Dumai kondisi ril saat ini air bersih di Dumai boleh dikatakan tidak maksimal antara pelayanan yang diberikan dengan tingginya permintaan masyarakat untuk mendapatkan pasokan air bersih ke tempat mereka. Untuk itu Pemerintah Kota Dumai membuka peluang kepada pihak swasta untuk bekerja sama dengan Pemerintah Kota Dumai untuk berinvestasi di sektor ini.
Saat ini jumlah pelanggan mencapai 1.386 dengan daerah yang sudah dilayani dan akan mendapatkan prioritas yakni Kelurahan Dumai Kota, Kelurahan Bintan, Kelurahan Buluh Kasab, Kelurahan Datuk Laksamana, Kelurahan Bumi Ayu, Kelurahan Bukit Datuk dan Kelurahan Teluk Binjai. Sedangkan kendala adalah jumlah karyawan terlalu banyak tidak sesuai dengan jumlah pelanggan dan SDM masih sangat terbatas. Tidak hanya itu, sarana dan prasarana khususnya perpipaan banyak terjadi kebocoran karena usia pipa yang sudah tua.
Pemerintah Kota Dumai juga berharap jika ada investor selain menanamkan modal juga teknologi terbaru dalam pengelolaan air minum. Pemko membutuhkan pihak ketiga agar fasilitas air bersih bisa dinikmati warga Dumai secara luas. Sebab memang investasi air bersih di Dumai merupakan yang paling prospek. Susah mencari air untuk konsumsi sehari-hari.
Saat ini pun galangan-galangan kapal tanker yang ada di pelabuhan, mereka membutuhkan air. Begitu juga dengan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Dumai mereka juga sangat membutuhkan air. Ada sejumlah persoalan yang ada dalam pengelolaan air bersih di Dumai dimana pemerintah telah mengucurkan anggaran APBD semenjak tahun 2008 lalu melalui program tahun jamak (multy years), namun hingga sekarang tidak kunjung selesai terutama dalam penyambungan pipa-pipa baru dan menggantikan pipa yang lama. Kontrak-kontrak yang lama itu akan kita pelajari lagi sehingga tidak menemui masalah di kemudian harinya. Sehingga dengan demikian jika ada investor yang masuk ke dalam proyek tersebut untuk berinvestasi, tentu perlu kejelasan dan transparasi dalam segala hal.

Hingga saat ini sudah ada investor dari Jakarta yang berminat untuk berinvestasi dalam air bersih di kota Dumai. Mereka mengestimasikan bahwa akan berinvestasi senilai Rp400 milyar untuk membangun instalasi pengolahan airnya dan membangun pipa-pipa sehingga distribusi air bisa langsung ke rumah-rumah warga.
Pemerntah Kota Dumai nantinya jika ada investor yang berminat akan bermitra langsung dengan BUMD yang saat ini tengah disiapkan. Adapun sumber air bersih yang akan digunakan bisa berasal dari Sungai Mesjid dan Sungai Rokan.
Potensi Pelanggan
Perumahan, Perusahaan, Galangan Kapal, industri
Pelanggan eksisting
1.386 rumah/perusahaan
Infrastruktur
Sudah ada dibangun oleh Pemerintah Kota melalui APBD dengan pola anggaran tahun jamak, namun belum selesai. Perlu pembicaraan dan negosiasi antara inevstor dengan Pemerintah Kota Dumai.
Pola Kerja sama
Investor melanjutkan pembangunan infrastruktur dan menggarp pasar pptensial di Kota Dumai melalui kerja sama dengan BUMD Dumai dengan kesepakatan yang telah diatur antara kedua belah pihak.

( Sumber : http://potensiinvestasiriau.com/index.php/opportunities/dumai/88-potensi-investasi-kota-dumai )
Share this article :
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Ripes News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright 2013 - 2017,RIPES NEWS
Media Bisnis Terpercaya

| RIPESNEWS | DUNIA LOKER INDONESIA | PEMKO DUMAI | PEMKO ROHIL | JONY MARZAINUR | MR. AYAI | INDAH FM RADIO | DUPE TV | BUSINESS RIAU |

Jalan Datuk Laksaman No. 292 Kota Dumai Email : ripesnews@gmail.com Hp. 0812 6811 1177