Headlines News :
Home » » 6 Perusahaan Galangan Kapal Investasi Rp1,5 Triliun

6 Perusahaan Galangan Kapal Investasi Rp1,5 Triliun

Written By Ripes News on Thursday, October 3, 2013 | 2:34 PM


Jakarta - Setidaknya 5-6 perusahaan galangan kapal melakukan investasi selama tahun 2012-2013. Investasi itu termasuk pembangunan galangan baru, revitalisasi, hingga pembelian mesin-mesin baru. 

Dirjen Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Budi Darmadi mengatakan, lokasi investasi tersebar, di Lamongan, Banten, Lampung, dan Makassar. 

“Tahun ini, investasi yang direalisasikan sekitar Rp 1 triliun. Lalu, mereka akan menambah Rp 500 miliar lagi tahun depan," kata Budi di Jakarta, hari ini.

Budi mengatakan, dari total yang berinvestasi, satu perusahaan sudah berjalan, dua perusahaan siap beroperasi tahun ini, sisanya tahun depan. Mereka antara lain PT Dok dan Perkapalan Surabaya, dan PT Daya Radar Utama.

“Sampai sekarang proses investasinya masih jalan terus. Tahun depan, mereka akan investasi lagi untuk pembelian peralatan,” ujar dia.

Budi menambahkan, saat ini, Indonesia membutuhkan sekitar 10.500 unit kapal barang dan angkutan penumpang. Itu belum termasuk kebutuhan untuk kapal nelayan dan kapal pesiar. “Setiap 18 bulan atau 2 tahun kapal-kapal itu harus docking. Ini menjadi captive market yang bisa dimanfaatkan untuk pemeliharaan dan perbaikan," kata dia 

Dia mengatakan, potensi bisnis itu menjadi basis mendorong industri komponen perkapalan. "Untuk kapal-kapal besar di atas 80 ribu day weight ton (DWT), diarahkan ke Batam. Di sana bisa sampai 150 ribu DWT. Sedangkan, potensi kebutuhan tadi kebanyakan sekitar 50 ribu ton,” kata Budi.

Ke depan, dia menambahkan, galangan kapal di Indonesia bisa menangani beragam jenis kapal. Selain itu, lanjut dia, pemerintah akan mendorong terciptanya klaster industri kapal yang efisien. 

Dengan demikian, assembling kapal di Indonesia tidak harus menelan waktu hingga 1,5 tahun seperti sekarang. Namun, bisa ditekan 8 bulan seperti di negara lain.

“Kita perbanyak cutting center. Jadi, nanti semakin banyak yang membuat blok-blok. Dengan begitu bisa lebih cepat. Selain itu, kita juga butuh crane dengan kapasitas besar. Perlahan-lahan kita dorong,” kata dia.

Selain itu, Budi menambahkan, ke depan batas usia kapal juga akan semakin dipersingkat dari saat ini 20 tahun menjadi 15 tahun. “Kita sedang kaji,” ujar dia.

Budi menargetkan, dalam 3-4 tahun, Indonesia juga bisa mampu memproduksi kapal CNG dan LNG carrier. Sementara, lanjut dia, mendorong perusahaan galangan masuk ke kelas kapasitas besar. Karena, dengan kapasitas dan kemampuan pelabuhan saat ini, kebutuhan untuk itu mulai mendesak.

“Pelabuhan-pelabuhan sudah semakin bagus sehingga kapal jadi lebih gede. Dalam jangka menengah kita akan kejar kapal sekelas Panamax 60-70 ribu ton. Setelah itu, masuk ke kelas 150 ribu DWT," kata Budi.

Industri komponen galangan kapal di dalam negeri membutuhkan investasi sekitar Rp10 triliun. Saat ini, terdapat sekitar 100 industri komponen galangan kapal di Tanah Air. Namun, sebagian besar bukan murni industri komponen melainkan galangan kapal yang merangkap pembuat komponen.

Kemenperin menargetkan, 200 unit industri komponen hingga tahun 2014 dari saat ini 100 unit.  (ID/tk)
Share this article :
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Ripes News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright 2013 - 2017,RIPES NEWS
Media Bisnis Terpercaya

| RIPESNEWS | DUNIA LOKER INDONESIA | PEMKO DUMAI | PEMKO ROHIL | JONY MARZAINUR | MR. AYAI | INDAH FM RADIO | DUPE TV | BUSINESS RIAU |

Jalan Datuk Laksaman No. 292 Kota Dumai Email : ripesnews@gmail.com Hp. 0812 6811 1177