Headlines News :
Home » , » BI Prediksi Pengurangan Stimulus The Fed pada Awal 2015

BI Prediksi Pengurangan Stimulus The Fed pada Awal 2015

Written By Ripes News on Saturday, November 9, 2013 | 1:16 AM

Ripes News (Jakarta) - Berdasarkan kajian, Bank Indonesia (BI) memproyeksikan pengurangan stimulus oleh The Federal Reserve tidak terjadi dalam waktu dekat ini. Sebelumnya berbagai prediksi mengenai pengurangan stimulus pada September 2013 lalu ditunda sehingga menyebabkan kondisi pasar uang terutama di negara-negara berkembang menjadi kurang jelas.
"Dari berbagai assestment kita yang terjadi, assestment kita kemungkinan itu justru tak secepat yang kita perkirakan sebelumnya. Sebelumnya kan diperkirakan September kemarin, ada juga memprediksikan di Desember, prediksi kita kenaikan suku bunga The Fed paling cepat awal tahun 2015," ungkap Deputi Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo di Kompleks Bank Indonesia, Jumat (8/11/2013).
Perry menambahkan, meski begitu BI tetap akan terus melakukan antisipasi dan melakukan berbagai bauran kebijakan untuk menguatkan kondisi keuangan Indonesia.
"Tapi bukan berarti kita tidak memantau, tidak mengantisipasi, kami sudah melakukan, so far seluruh perkembangan indikator ekonomi itu baik kan, inflasi lebih rendah dari yang kami perkirakan, kredit juga melambat," jelasnya.
Pengurangan stimulus oleh bank sentral AS ini, menurut Perry, hanya masalah waktu saja, yang terpenting bagi Bank Indonesia adalah menjaga pertumbuhan ekonomi meski banyak negara emerging market yang lebih tertekan akibat kondisi tersebut.
Lebih lanjut, menurut Perry, meski BI terus berkoordinasi dengan pemerintah demi menjaga iklim investasi di Indonesia. Dia mengungkapkan ke depan dengan adanya isu pengurangan stimulus The Fed maka jumlah arus modal yang masuk tidak seperti tahun-tahun sebelumnya.
"Dampaknya pada global financial market dan arus modal port ke emerging market tak akan setinggi tahun-tahun sebelumnya, tidak akan setinggi periode 2009 - 2011 yang memang dulu banjir, begitu banyak arus modal port ke emerging market termasuk ke Indonesia. Kenapa dulu kita cadangan devisa naik segala macam karena banyak dampak dari pelonggaran moneter dari negara-negara lain," ujar Perry.(bisnis.liputan6.com)

Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Ripes News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright 2013 - 2017,RIPES NEWS
Media Bisnis Terpercaya

| RIPESNEWS | DUNIA LOKER INDONESIA | PEMKO DUMAI | PEMKO ROHIL | JONY MARZAINUR | MR. AYAI | INDAH FM RADIO | DUPE TV | BUSINESS RIAU |

Jalan Datuk Laksaman No. 292 Kota Dumai Email : ripesnews@gmail.com Hp. 0812 6811 1177