Headlines News :
Home » , » Ini Daftar Barang Konsumsi yang Terkena Kenaikan PPh Impor

Ini Daftar Barang Konsumsi yang Terkena Kenaikan PPh Impor

Written By Ripes News on Tuesday, December 10, 2013 | 1:15 AM

RATUSAN jenis barang impor akan dikenai kenaikan pajak penghasilan dari sebelumnya 2,5 persen menjadi 7,5 persen. Kebijakan ini dilakukan untuk mengendalikan laju impor barang konsumsi dan menurunkan tekanan defisit neraca perdagangan. Ponsel termasuk barang yang bakal dikenai kenaikan pajak impor Jenis barang impor ini akan dinaikkan PPh-nya menjadi sebesar 7,5 persen dari sebelumnya 2,5 persen,
Jakarta - Janji pemerintah untuk menaikkan pungutan Pajak Penghasilan (PPh) impor Pasal 22 akan segera diwujudkan. Terdapat sedikitnya 870 jenis barang konsumsi yang akan ditingkatkan pengenaan pajaknya, termasuk barang modal.

"Jenis barang impor ini akan dinaikkan PPh-nya menjadi sebesar 7,5 persen dari sebelumnya 2,5 persen," ujar Wakil Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Senin (9/12).

Menurut Bambang, kelompok barang tersebut antara lain elektronik, ponsel, dan kendaraan bermotor (kecuali kendaraan CKD/IKD, hybrid/listrik, dan kendaraan berpenumpang lebih dari sepuluh). Kemudian tas, baju alas kaki, perhiasan, parfum, furnitur atau perlengkapan rumah tangga, dan mainan.

"Tapi barang konsumsi yang memberikan dampak besar kepada inflasi seperti pangan (cabai, bawang merah, dan hortikultura) tidak dikenakan PPh ini," tukasnya.

Khusus dua capital good, yakni ponsel dan laptop, akan dinaikkan pajaknya meskipun termasuk barang modal. "Itu karena kedua jenis barang ini tidak bisa diolah lagi. Apalagi impor non migas terbesar kita adalah ponsel," tegasnya.

Penerapan kebijakan ini diharapkan bisa mengendalikan laju impor barang konsumsi sehingga menurunkan tekanan terhadap defisit neraca perdagangan. "Langkah ini juga akan mendorong industri dalam negeri guna meningkatkan produksi barang sebagai subtitusi impor barang," tuturnya.

Dalam sepekan ini aturan terkait pajak impor tersebut akan dikeluarkan. Adapun masa berlakunya muai awal Januari 2014. Jadi, ada jeda sekitar satu bulan sebelum kenaikan pajak impor diberlakukan.

"Ini akan berlaku 30 hari setelah diundangkan," kata Bambang.(Sumber :http://www.jurnalparlemen.com)
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Ripes News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright 2013 - 2017,RIPES NEWS
Media Bisnis Terpercaya

| RIPESNEWS | DUNIA LOKER INDONESIA | PEMKO DUMAI | PEMKO ROHIL | JONY MARZAINUR | MR. AYAI | INDAH FM RADIO | DUPE TV | BUSINESS RIAU |

Jalan Datuk Laksaman No. 292 Kota Dumai Email : ripesnews@gmail.com Hp. 0812 6811 1177