Headlines News :
Home » » Harga Elpiji 12 Kg Rp 129.000

Harga Elpiji 12 Kg Rp 129.000

Written By Ripes News on Thursday, January 2, 2014 | 8:55 AM

JAKARTA-PTPertamina (Persero) memutuskan untuk menaikkan harga gas elpiji tabung kemasan 12 kilogram (kg) menyusul tingginya harga pokok elpiji di pasar dan turunnya nilai tukar rupiah. Harga elpiji 12 kg per 1 Januari menjadi Rp 129.420.
Dengan konsumsi elpiji 12 kg tahun 2013 yang mencapai 977 ribu ton, di sisi lain harga pokok perolehan elpiji rata-rata meningkat menjadi 873 dolar AS, serta nilai tukar rupiah yang melemah terhadap dolar, kerugian Pertamina sepanjang 2013 mencapai lebih dari Rp 5,7 triliun.
Kerugian tersebut timbul sebagai akibat dari harga jual elpiji 12 kg yang masih jauh di bawah harga pokok perolehan. Harga yang berlaku saat ini merupakan harga yang ditetapkan pada Oktober 2009 yaitu Rp 5.850 per kg, sedangkan harga pokok perolehan kini telah mencapai Rp 10.785 per kg. Dengan kondisi ini, Pertamina selama ini telah ”jual rugi” dan menanggung selisihnya sehingga akumulasi nilai kerugian mencapai Rp 22 triliun dalam 6 tahun terakhir.
”Kondisi ini tentunya tidak sehat secara korporasi karena tidak mendukung Pertamina dalam menjamin keberlangsungan pasokan elpiji kepada masyarakat,” tutur Vice President Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir, Rabu (1/1). Untuk itu, ungkap Ali, terhitung 1 Januari 2014, pukul 00.00, Pertamina memberlakukan harga baru elpiji 12 kg secara serentak di seluruh Indonesia.
Rata-rata kenaikan di tingkat konsumen sebesar Rp 3.959 per kg. Besaran kenaikan di tingkat konsumen akan bervariasi berdasarkan jarak SPBBE ke titik serah (supply point). Dengan kenaikan ini pun, Pertamina masih ”jual rugi” kepada konsumen elpiji 12 kg sebesar Rp 2.100 per kg.
Tanggung Kerugian
Keputusan ini juga, menurut Ali, merupakan tindak lanjut atas rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI dalam laporan hasil pemeriksaan pada Februari 2013. Pertamina menanggung kerugian atas bisnis elpiji nonsubsidi selama 2011 hingga Oktober 2012 sebesar Rp 7,73 triliun.
”Hal itu dapat dianggap menyebabkan kerugian negara,” kata Ali. Selain itu, sesuai dengan Permen ESDM No 26/2009 tentang Penyediaan dan Pendistribusian liquefied petroleum gas Pasal 25, maka Pertamina telah melaporkan kebijakan perubahan harga ini kepada Menteri ESDM.
Dengan pola konsumsi elpiji 12 kg di masyarakat yang umumnya dapat digunakan untuk 1 hingga 1,5 bulan, kenaikan harga tersebut akan memberikan dampak tambahan pengeluaran sampai dengan Rp. 47.000 per bulan atau Rp 1.566 per hari. Kondisi ini diyakini tidak akan banyak berpengaruh pada daya beli masyarakat mengingat konsumen elpiji 12 kg adalah kalangan mampu.
Untuk masyarakat konsumen ekonomi lemah dan usaha mikro, pemerintah telah menyediakan elpiji 3 kg bersubsidi yang harganya lebih murah. Terkait dengan kekhawatiran kenaikan harga elpiji 12 kg akan memicu migrasi konsumen ke elpiji 3 kg, Ali mengatakan, Pertamina saat ini telah mengembangkan sistem monitoring penyaluran elpiji 3 kg , yang diimplementasikan secara bertahap di seluruh Indonesia mulai bulan Desember 2013.
Dengan adanya sistem ini, Pertamina akan dapat memonitor penyaluran elpiji 3 kg hingga level Pangkalan berdasarkan alokasi daerahnya. ”Namun demikian, dukungan Pemerintah tetap diharapkan melalui penerapan sistem distribusi tertutup.(http://www.suaramerdeka.com)
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Ripes News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright 2013 - 2017,RIPES NEWS
Media Bisnis Terpercaya

| RIPESNEWS | DUNIA LOKER INDONESIA | PEMKO DUMAI | PEMKO ROHIL | JONY MARZAINUR | MR. AYAI | INDAH FM RADIO | DUPE TV | BUSINESS RIAU |

Jalan Datuk Laksaman No. 292 Kota Dumai Email : ripesnews@gmail.com Hp. 0812 6811 1177