Headlines News :
Home » , » Keputusan DPRD Dumai Nyaris Picu Bentrok

Keputusan DPRD Dumai Nyaris Picu Bentrok

Written By Ripes News on Sunday, February 16, 2014 | 8:23 AM

DUMAI – Dibawah terik panas matahari, kobaran api dan kepulan asap hitam membubung tinggi. Puluhan warga Basilam Baru Kecamatan Sungai Sembilan dan kontraktor pelaksana proyek jalan sudah dalam posisi berhadap-hadapan. Mereka saling adu urat leher mempertahankan pendapat masing-masing.
Sementara alat berat jenis escavator milik kontraktor yang semula akan mengeruk jalan dihadang. Penghadangan ini juga berakibat terganggunya arus lalulintas. Apalagi di tengah jalan kobaran api membubung tinggi. Untung saja pemandangan yang terjadi, Sabtu (15/2/14) siang itu tidak berujung rusuh.
Bentrok yang nyaris terjadi itu dipicu keputusan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Dumai yang tidak meloloskan anggaran senilai Rp19 miliar lebih pada APBD TA 2014 untuk 7 kegiatan yang pengerjaannya tidak dapat diselesaikan 100 persen pada tahun anggaran 2013 lalu. Salah satunya termasuk paket pengerjaan jalan yang dilaksanakan oleh PT Duta Perdana Dumai dan PT Temako Raya.
Banggar DPRD Kota Dumai dalam Laporan Hasil Kerja Pembahasan RAPBD Kota Dumai TA 2014 yang disampaikan pada sidang paripurna berdalih penganggaran dana tidak bisa dilakukan karena bertentangan dengan ketentuan Permendagri nomor 13 tahun 2006 dan Permendagri nomor 59 tahun 2007 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Derah serta Permendagri nomor 27 tahun 2013 tentang Pedoman Penyusunan APBD Tahun 2014.
Ironisnya, alasan yang dikemukakan itu tidak sejalan dengan keputusan Dinas PU Kota Dumai yang memberikan adendum (perpanjangan waktu pengerjaan proyek) selama 60 hari kerja kepada pihak rekanan pelaksana proyek pasca berakhirnya tahun anggaran 2013. Adendum ini mengacu kepada persetujuan Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia.
Berawal dari keputusan Banggar DPRD Kota Dumai itu, pihak kontraktor yang merasa dirugikan berniat untuk membongkar kembali timbunan base yang digunakan untuk memadatkan jalan. Dalihnya, paket pekerjaan senilai Rp9 miliar yang dianggarkan pada APBD 2013 tidak jadi dibayarkan. “ Kalau tidak dibayarkan, saya terpaksa bongkar dan ambil lagi seluruh material untuk pembangunan jalan ini. Pekerjaan ini tidak bisa diselesaikan tepat waktu pada akhir tahun anggaran 2013 karena faktor alam yakni tingginya curah hujan. Saya sebenarnya juga tidak ingin lanjutkan, tapi karena ada adendum dari PU makanya tetap saya kerjakan. Kini saat posisi proyek sudah berjalan 98 persen atau tinggal finishing kok malah tidak dibayar,” ungkap pimpinan PT Duta Perdana Dumai, Zainudin Zainal atau yang akrab disapa Din Sepak menyampaikan keluhannya dihadapan warga Basilam Baru.
Mendengar keluhan Din Sepak, warga yang awalnya emosi akhirnya berbalik simpati. Malah mereka siap pasang badan untuk mendesak Pemko dan DPRD Kota Dumai agar tidak memperlakukan kontraktor secara semena-mena. Lebih penting lagi, pembangunan yang sudah ada di Basilam Baru tidak boleh terganggu oleh kepentingan politik oknum dewan. “ Kami mohon kontraktor tidak membongkar jalan ini dulu. Kami akan sampaikan ultimatum kepada Walikota Dumai, DPRD Kota Dumai serta seluruh instansi terkait agar mencarikan solusi terbaik tanpa harus mengorbankan kepentingan masyarakat. Kami cuma berharap jalan ini tetap lanjut. Apabila ini tidak ditanggapi, kami siap untuk turunkan massa untuk menggelar aksi ke Polres, Kejaksaan, maupun BPK. Basilam baru ini kampung tua, pembangunan minim. Sudahlah minim juga tidak beres seperti sekarang ini,” ujar Ketua LPMK Basilam Baru, Agus Susanto.
Sementara Indra Sukma dari Gabungan Masyarakat Buluh Hala mengungkapkan pembangunan jalan sudah lama diidamkan masyarakat. Apalagi sudah cukup banyak korban nyawa akibat hancurnya infrastruktur jalan yang ada. Pemerintah diminta untuk lebih memperhatikan daerah pinggiran. Bukan hanya diperhatikan saat ada agenda politik seperti pemilihan gubernur, walikota atau anggota dewan saja. “ Dengan bagusnya kondisi jalan seperti saat ini, kehidupan ekonomi masyarakat juga akan meningkat. Kita siap berhadapan dengan siapa saja kalau jalan ini dirusak lagi,” tegas Indra Sukma.
Tokoh masyarakat lainnya, Bustami mengungkapkan pemerintah dipersilahkan untuk membangun apa saja di Kota Dumai. Sepanjang pembangunan jalan di Basilam baru diselesaikan. “ Mau bangun apa di Dumai, kami tidak pernah larang. Mau bangun hantu, mau bangun setan silahkanlah. Tapi siapkan jalan di daerah kami ini dan tidak ada tawar menawar lagi. Kita bersama 20 ribu masyarakat Basilam Baru siap perjuangkan sampai tetesan darah penghabisan,” tegas Bustami.(sumber:http://www.riaupeople.com)
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Ripes News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright 2013 - 2017,RIPES NEWS
Media Bisnis Terpercaya

| RIPESNEWS | DUNIA LOKER INDONESIA | PEMKO DUMAI | PEMKO ROHIL | JONY MARZAINUR | MR. AYAI | INDAH FM RADIO | DUPE TV | BUSINESS RIAU |

Jalan Datuk Laksaman No. 292 Kota Dumai Email : ripesnews@gmail.com Hp. 0812 6811 1177