Kurs euro melonjak ke tingkat tertinggi dalam 17 bulan terakhir terhadap dolar AS pada Rabu (Kamis pagi WIB), melampaui tingkat 1,39 dolar karena para pedagang lebih yakin atas ekonomi zona euro.

Para analis mengatakan bahwa meskipun produksi industri zona euro turun 0,2 persen pada Januari dari Desember, kecepatan menandai perbaikan dan itu konsisten dengan laju peningkatan ekonomi.

Pada 21.00 GMT (Kamis, 04.00 WIB), euro berada di 1,3904 dolar, dibandingkan dengan 1,3863 dolar pada akhir Selasa.

Selama perdagangan euro sempat mencapai 1,3915 dolar, tertinggi 17-bulan yang dicapai pada Jumat lalu.

Euro menguat terhadap mata uang Jepang, menjadi 142,85 yen dari 142,73 yen, sementara dolar jatuh menjadi 102,75 yen dari 102,95 yen.

Pound Inggris datar di 1,6618 dolar, sementara dolar merosot menjadi 0,8736 franc Swiss dari 0,8776 franc.

"Meskipun mengecewakan, penurunan tipis (output industri) pada Januari tidak bertentangan dengan pesan konstruktif survei manufaktur," kata Marco Valli, ekonom di UniCredit.

"Tampak ada ruang bagi produksi industri untuk mengejar ketinggalan data lemah dalam beberapa bulan mendatang," katanya, memperkirakan pertumbuhan kuartal pertama di zona euro pada 0,4 persen dari kuartal sebelumnya, demikian AFP.(sumber:http://www.antaranews.com)