Headlines News :
Home » , » Kabut Asap Mulai Terasa di Kota Dumai

Kabut Asap Mulai Terasa di Kota Dumai

Written By Ripes News on Sunday, June 22, 2014 | 10:59 PM

DUMAI - Kabut asap mulai dirasakan kembali oleh warga Dumai. Terlebih pada malam hari, kabut asap yang disebabkan kebakaran hutan dan lahan itu terasa semakin pekat.

Hal tersebut diakui oleh sejumlah warga kota berjuluk Pengantin Berseri itu. Meila Sari, warga Bukit Timah Kota Dumai mengatakan dalam pekan ini, begitu banyak kebakaran hutan di sekitar Bukit Timah. Sedangkan penyebabnya tidak diketahui, apakah disengaja atau terjadi begitu saja. Yang penting, ia dan keluarganya merasakan dampak atas kebakaran itu.

"Tiba-tiba saja ada api menjalar dari semak-semak dekat Bukit Timah. Kebakaran itu sejak Kamis lelau. Tapi hari ini (Sabtu) masih menyisakan asap. Kadang kami sangat terganggu di rumah," ujar Meila Sari dihubungi Tribun, Sabtu (21/6).

Selain di Bukit Timah, di kawasan Sungai Sembilan, Medang Kampai dan kawasan konsesi hutan Chevron Dumai Timur juga masih menyisakan asap. Sementara di Tanjung Palas dan perbatasan Dumai Rohil api masih menyebar di berbagai kawasan. Petugaspun kewalahan memadamkan wilayah perbatasan tersebut.

Kawasan hutan diberbagai wilayah di Kota Dumai dilalap sijago merah, sejak Selasa lalu. Pihak-pihak terkait pun mengerahkan pasukan untuk memadamkan kebakaran agar tidak menjalar ke areal lain. Maklum saja, kawasan tersebut bergambut dengan kedalaman rata-tata 3 meter.

‎Kepala Bidang Kehutanan Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan (Distambunhut) Kota Dumai Hadiyono menerangkan, titik api disejumlah tempat sudah dipadamkan sejak kejadian. Namun, ia mengakui, hingga Sabtu kemarin, sejumlah lahan yang terbakar masih menyisakan asap.

Sementara kawasan Tanjung Palas dan Sungai Sembilan, Batas Dumai dengan Rohil terus dijalari api. Belasan hektar di Tanjung Palas dan puluhan hektar di sungai sembilan telah ludes. Sementara pihak pemadam terkonsentrasi memadamkan api di Tanjung Palas. Alasannya, lokasi itu berada dekat pemukiman warga dan mudah dicapai pemadam. Sementara di Batas Dumai Rohil, sulit dijangkau pemadam sehingga belum dijamah petugas dari BPBD Kota Dumai.

"Yang jelas, semua upaya untuk memadamkan terus kita upayakan. Petugas BPBD Kota Dumai, tim pemadam Chevron, Pertamina dan PT. Wilmar dan kepolisian terus bekerja‎ siang dan malam. Mereka selalu standby bila terjadi kebakaran. Yang menjadi kendali akses ke Sungai Sembilan dan ketersediaan sumber air. Sebab, kanal-kanal kekeringan akibat musim panas," ujarnya kemarin.

‎Ia menyarankan agar masyarakat kembali menggunakan masker bila hendak keluar rumah. Sebab, saat ini udara di Kota Dumai tidak steril. 

‎Pada Kamis (19/6) lalu, BPBD Riau menerbangkan satu unit helikopter membantu pemadaman di kawasan konsesi Chevron. Hutan itu terbakar seluas 8 hektar. Sedangkan penyebabnya masih diselidiki pihak kepolisian. Kebakaran hutan di kawasan konsesi Chevron sangat mengkhawatirkan banyak pihak. Sebab, titik kebakaran berdekatan dengan pipa minyak milik Chevron dan Pertamina, dan berjarak 100 meter dari Bandara Pinang Kampai Dumai. Hingga kemarin, kawasan itu masih menyisakan asap.

 Kapolres Dumai AKBP Yudi Kurniawan mengatakan, tim pemburu Karhutla Polres Dumai terus melakukan penyelidikan atas kebakaran hutan dan lahan yang kembali marak di Kota Dumai. Sejak sepekan belakangan, pihaknya sudah mengumpulkan barang bukti atas terjadinya kebakaran.

Ia mengatakan,  ‎sepekan terakhir ditemukan titik api paling banyak di Sungai Sembilan. Selain menanggulangi kebakaran, tim juga melakukan penyelidikan dan sosialisasi kepada masyarakat agar ada kesadaran untuk tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan.

Tim pemburu Karhutla Polres Dumai sedang melakukan penyelidikan lebih dalam dan intesif. Jika didapati ada pihak tertentu sengaja membakar, tim langsung mengamankan yang bersangkutan.

"Penyebab kebakaran belum diketahui, tunggu  hasil Lidik. Apakah faktor alam, atau memang ada orang-orang yang sengaja melakukan. Itu yang tengah kita selidiki, dan kami mohon juga bantuan dari masyarakat," katanya.

‎Menurutnya, pada kasus Karhutla, ada banyak unsur pidana yang bisa diproses. Di antaranya pelaku pembakaran, pembalakan liar, ‎atau membuka lahan secara ilegal. Dari berbagai unsur pidana itu, setidaknya Polres Dumai berhasil mengamankan 10 orang pelaku perambahan hutan. 2 orang di antaranya, pelaku ilegal logging yang beroperasi di Sungai Sepit, Sungai Sembilan.

"Kami juga mengamankan barang bukti berupa kayu yang tidak dilengkapi dokumen resmi atau ilegal. Kemarin ini dapat lagi lima ton kayu tanpa dokumen resmi," katanya‎. (sumber:http://pekanbaru.tribunnews.com)
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Ripes News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright 2013 - 2017,RIPES NEWS
Media Bisnis Terpercaya

| RIPESNEWS | DUNIA LOKER INDONESIA | PEMKO DUMAI | PEMKO ROHIL | JONY MARZAINUR | MR. AYAI | INDAH FM RADIO | DUPE TV | BUSINESS RIAU |

Jalan Datuk Laksaman No. 292 Kota Dumai Email : ripesnews@gmail.com Hp. 0812 6811 1177