Headlines News :
Home » , » Suami Istri Ngamuk di Kantor Pelayanan Pasar Dumai

Suami Istri Ngamuk di Kantor Pelayanan Pasar Dumai

Written By Ripes News on Wednesday, August 6, 2014 | 12:10 PM

DUMAI - Dua orang suami istri nekad ngamuk di Kantor Pelayanan Pasar (KPP) Kota Dumai, Selasa (5/8) siang. Pasangan suami istri itu memaki-maki petugas. Mereka juga mempertanyakan keadilan pemerintah dalam melindungi para pedagang yang aktif berjualan di pasar Dockyar sebelum direlokasi ke Pasar Kelakap Tujuh.

‎"Saya sudah puluhan tahun berjualan, tetapi tidak masuk di dalam data. Saat relokasi kami tak dapat tempat. Kenapa ini, dimana letak keadilan kalian yang mengenakan baju seragam," ujar Karman yang didampingi istrinya Yatni di hadapan puluhan pegawai KPP Kota Dumai.

Aksi pasangan suami istri ini hanya dapat ditonton ‎oleh para pegawai di kantor itu. Termasuk oleh beberapa orang petugas Satpol PP Kota Dumai. Sementara Karman dan Yatni secara bergantian berbicara. Keduanya menghadang para pegawai di teras depan KPP itu.

"Jangan seenaknya saja memindahkan pedagang. Lihatlah mana yang sudah lama berdagang mana yang belum," kata Yani tanpa rasa takut sekalipun.

Mendengar adanya keributan di luar ruangannya, Kepala KPP Kota Dumai HR Bambang Wardoyo terkejut. Ia langsung menyuruh anak buahnya memanggil kedua pasangan suami istri itu untuk masuk ke ruangannya. Di dalam ruangan itu, keduanya langsung menyampaikan maksud dan tujuannya.

Diceritakan Karman, ia dan istrinya Yatni sudah berjualan di Pasar Dockyar sejak puluhan tahun silam. Ia menjalani kehidupan di pasar itu sejak masing-masing masih dalam status lajang. Sampai pada akhirnya ia dan Yatni menikah, lalu menjalani usaha dagang pecah belah.

"Saat terjadi relokasi, para pedagang di data sebelumnya. Jadi, saya tidak masuk. Padahal, saya harusnya masuk dan mendapat tempat di pasar yang baru (Kelakap Tujuh)," ujarnya.

Ia berani menyatakan, semua pedagang di Pasar Dockyard selama ini sangat kenal dengannya. Ia heran tidak masuk daftar pedagang aktif yang berjualan di pasar tersebut. Sehingga, sejak dibongkarkan pasar Dockyard, ia terpaksa menumpuk barang dagangan di rumahnya sendiri.

"Kami tak dapat tempat, kemana lagi kami mengadu kalau bukan datang dan marah-marah dulu ke sini. Masalahnya, yang terganggu mata pencaharian kami. Kami harus menghidupi anak-anak kami," kata Karman yang dianggukkan Yatni.

‎Sementara itu, Bambang Wardoyo mengatakan dinamisasi pedagang saat ada relokasi adalah hal yang biasa. Namun, pihaknya tidak akan sampai hati jika masih ada pedagang yang terlunta-lunta akibat relokasi itu. Sehingga ia berjanji akan mengakomodir seluruh pedagang pasar Dock yang belum terdata sebelumnya.

"Data yang ditinggalkan oleh kepala kantor pelayanan pasar yang lama (Suardi, S.Sy) tidak sesuai. Menyebabkan ada 100 pedagang yang tidak terdata, dan belum mendapat tempat di Pasar Kelakap Tujuh," katanya.

Mantan kepala kantor Satpol PP Dumai itu mengatakan, jumlah pedagang pasar dock yang terdaftar hanyalah 311 pedagang. Sementara, data yang ada pada pedagang lebih 400 orang. Sehingga 100 orang lainnya yang biasanya aktif berdagang belum mendapat tempat. Termasuk Karman dan Yatni yang tiba-tiba marah ke KPP.

"Saya kan baru dimutasi ke sini. Sedangkan datanya sudah ada sebelumnya. Harusnya Pak Suardi saat mendata dulu harus mengikutsertakan Satpol PP, sehingga jelas data yang dimiliki. Saat ini 100 orang itu bagaimana nasibnya. Itu menjadi PR saya jadinya kan," katanya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, 100 orang itu akan undi untuk menempati pasar Kelakap Tujuh secepatnya. Karena, kapasitas pasar Kelakap Tujuh sangat memadai untuk menampung 100 orang itu.
"Kalau tidak diakomodir, pedagang yang sudah puluhan tahun itu berjualan dimana. Jangan-jangan bisa tambah tidak tertib, juga bisa muncul pasar kaget," katanya.

Bambang Wardoyo juga mengatakan kalau Karman dan Yatni akan masuk database penjual di pasar Kelakap Tujuh. Namun, ia meminta agar para pedagang bersabar dulu, sebab design lapak pada pasar yang dibangun dari APBN itu sangat kecil.

"Kalau sudah diserahkan teriakan hibah pusat ini ke pemko, bisa diperlebar atau di rehabilitasi. Saat ini kan belum bisa," katanya. (sumber:http://pekanbaru.tribunnews.com)
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Ripes News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright 2013 - 2017,RIPES NEWS
Media Bisnis Terpercaya

| RIPESNEWS | DUNIA LOKER INDONESIA | PEMKO DUMAI | PEMKO ROHIL | JONY MARZAINUR | MR. AYAI | INDAH FM RADIO | DUPE TV | BUSINESS RIAU |

Jalan Datuk Laksaman No. 292 Kota Dumai Email : ripesnews@gmail.com Hp. 0812 6811 1177