Headlines News :
Home » , » PASCA AKSI HMD AKOMODIR MASYARAKAT NELAYAN DUMAI, TUNTUT GANTI KERUGIAN KEPADA PT. IBP AKIBAT PEMBUANGAN LIMBAH KE LAUT

PASCA AKSI HMD AKOMODIR MASYARAKAT NELAYAN DUMAI, TUNTUT GANTI KERUGIAN KEPADA PT. IBP AKIBAT PEMBUANGAN LIMBAH KE LAUT

Written By Ripes News on Monday, September 29, 2014 | 1:47 PM

DUMAI - Pembuangan lumpur yang dilakukan oleh PT. Intibenua Perkasatama  akhirnya berbuntut panjang. Pasca aksi yang dilakukan oleh HMD bersama masyarakat nelayan beberapa waktu yang lalu menjadi permasalahan yang sangat serius. Pasalnya akibat dari dampak pencemaran lingkungan dari pembuagan lumpur oleh PT. Intibenua perkasa tama menyebabkan kerugian yang di alami oleh para nelayan yang biasanya beraktifitas untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari hari.
Didalam rapat koordinasi HMD bersama masyarakat nelayan yang dihadiri oleh puluhan kelompok nelayan, Iskandar selaku ketua forum menyampaikan keluh kesahnya atas kerugian yang dialami oleh masyarakat selama aktifitas pengerukan dermaga di PT.inti benua perkasatama lebih kurang dua bulan lebih, dalam hal ini kami para nelayan tidak lagi mendapatkan ikan tangkapan dilaut seperti biasanya. kini untuk mendapatkan seekor ikan pun sudah sangat sulit dikarenakan lumpur yang di buang di laut tersebut membuat ikan-ikan lari dari peredarannya, bukan hanya itu bahkan jaring-jaring kami pun rusak sebab lumpur yang dibuang tersebut bercampur dengan kayu-kayu besar sehingga jaring nelayan tersangkut makanya menjadi koyak dan tidak dapat digunakan lagi. oleh karena itu kami menuntut kerugian yang kami alami yang diperkirakan mencapai hingga 2 miliar rupiah, untuk itu kami berharap kepada adik-adik Mahasiswalah yang dapat membantu kami menyelesaikan perkara ini. 
Secara bersamaan Ketua Umum PP HMD M.Aderman menyikapi atas keprihatinan atas apa yang disampaikan oleh para kolompok nelayan. Dimana ini merupakan tanggung jawab perusahaan, karena ini semua sudah di atur didalam Amdal aktvitas pengerjaan pengerukan dan pembuangan lumpur tersebut. Apalagi ini berdampak kerugian yang di alami oleh para masyarakat lingkungan sekitar. Di dalam regulasinya jika tidak dilakukan pembinaan seperti yang telah di atur dalam Undang-Undang No.32 Tahun 2009 tentang pemanfaatan dan pengelolaan lingkungan hidup maka orang atau perusahaan tersebut dapat dikenakan sangsi hingga pencabutan izin operasionalnya. Semua ini sudah kita kaji di dalam peraturan dan Undang-Undang yang berlaku. Maka jika pihak perusahaan yang telah melakukan pelanggaran kita siap untuk melaporkan dan membawa perkara ini untuk di proses sesuai hukun dan Undang-Undang yang berlaku. 
Disamping itu juga Siswanda President Mahasiswa STIA Lancang Kuning Dumai memambahkan kita siap untuk mengawal perkara ini sampai adanya pertanggung jawaban oleh pihak perusahaan. Karena selama ini sudah sangat banyak permasalahan yang ditimbulkan oleh perusahaan-perusahaan di Kota Dumai terutama Pt. Inti benua perkasa tama. Jika dalam jangka waktu dekat ini belum juga ada pertanggung jawaban pihak perusahaan kepada masyarakat maka, kami bersama dengan masyarakat kelompok nelayan akan melakukan aksi besar-besaran dan akan menempuh jalur proses hukum.
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Ripes News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright 2013 - 2017,RIPES NEWS
Media Bisnis Terpercaya

| RIPESNEWS | DUNIA LOKER INDONESIA | PEMKO DUMAI | PEMKO ROHIL | JONY MARZAINUR | MR. AYAI | INDAH FM RADIO | DUPE TV | BUSINESS RIAU |

Jalan Datuk Laksaman No. 292 Kota Dumai Email : ripesnews@gmail.com Hp. 0812 6811 1177