Headlines News :
Home » , , » MAPOLRES DUMAI mengadakan PRESS RELEASE BERITA HOAX PENCULIKAN ANAK

MAPOLRES DUMAI mengadakan PRESS RELEASE BERITA HOAX PENCULIKAN ANAK

Written By Ripes News on Monday, November 5, 2018 | 12:04 PM

Ripes News -Dumai - Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) yang berinisial VI (31) ini nekat memposting berita hoax perihal adanya penculikan anak di Kota Dumai dan menyebabkan IRT ini harus berurusan dengan pihak kepolisian Polres Dumai. Diketahui IRT ini menyebarkan berita hoax penculikan 3 orang anak yang terjadi di Kelurahan Bagan Besar, Kecamatan Bukit Kapur, Kota Dumai. 



IRT ini mendapatkan informasi berita yang belum jelas kepastiannya dan tanpa menyelidiki IRT ini langsung memposting berita tersebut di akun Sosial Medianya itu yaitu Facebook. Dimana IRT ini memposting berita tersebut melalui akunnya yang bernama Vetny Bunda Dhiwam mengatakan "Bagi warga dumai dan sekitarnya diharapkan lebih waspada lagi terhadap pengawasan anak-anaknya. Penculikan anak dah sampai ke kota dumai kita. Siang ini dibagan besar dan 3 anak yg diculik. Dumai 1 orang. Yg didumai kebetulan anak teman suami. Jadi berita penculikan itu bukan hoax ya. Mudah2an kita dijauhi dari hal2 yg tidak diinginkan makin galau awak dibuatnya" ungkap akun Venty Bunda Dhiwam pada hari Jumat (1/11) lalu.

Perihal kejadian tersebut kepolisian Polres Dumai beserta Polsek Bukit Kapur bergerak dengan cepat untuk mengetahui informasi pemilik keberadaan pemilik akun. Setelah mendapatinya Pihak Kepolisian dan yang bersangkutan langsung membawa IRT ini untuk dilakukannya Intrograsi atas postingannya yang menyebabkan masyarakat Dumai resah akan hal itu. 

Dan pada hari senin (05/11) Pihak Polres Dumai mengadakan Pres rilis tepatnya di halaman Polres Dumai perihal penyebar berita hoax penculikan anak. 
Kapolres AKBP Restika Pardamean Nainggolan menjelaskan "penangkapan IRT ini usai dirinya memposting berita bohong atau hoax yang dapat menimbulkan keresahan di masyarakat"
"Informasi tersebut hoax alias tidak benar. Dan hingga saat ini kita (Polres Dumai, Red) tidak ada menerima laporan tentang adanya aksi penculikan anak yg terjadi di Kota Dumai" tegas Kapolres Dumai.


Kemudian Kapolres menjelaskan perihal hal tersebut pelaku terancam terkenanya undang-undang ITE pasal 14 ayat-ayat 1 undang-undang RI nomor 1 tahun 1946 dimana peraturan tentang Hukum Pidana dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun kurungan penjara. Dan pasal 45 A ayat 1 undang-undang RI nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan UU nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik Dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun kurungan penjara atau denda 1 milyar, jelas Kapolres. Pihak Kapolres mengharapkan agar tidak memberikan informasi yg dapat memicu unsur sara, provokasi dan berita bohong. (Rifka, Ino/RN)
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Ripes News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright 2013 - 2017,RIPES NEWS
Media Bisnis Terpercaya

| RIPESNEWS | DUNIA LOKER INDONESIA | PEMKO DUMAI | PEMKO ROHIL | JONY MARZAINUR | MR. AYAI | INDAH FM RADIO | DUPE TV | BUSINESS RIAU |

Jalan Datuk Laksaman No. 292 Kota Dumai Email : ripesnews@gmail.com Hp. 0812 6811 1177